Jumat, 19 Agustus 2011

Adab Menuntut Ilmu


1.Memohon (berdo'a) kepada Allah SWT supaya diberikan kemudahan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat disertai dengan niat yang ikhlas.
2.Memahami dengan penuh kesungguhan pelajaran yang dipelajari.
3.Bila mendapat kesulitan janganlah ragu untuk bertanya/mendiskusikannya denganmu hingga engkau memahaminya dengan baik.
4.Bila gurumu telah memilihkan tempat untukmu janganlah engkau pindah ke tempat lain.
5.Bila temanmu mengganggu, jangan engkau meladeni dan mengusirnya, jangan pula berkata kasar padanya, cukup laporkan pada gurumu yang akan menyelesaikan masalah itu secara bijaksana.
6.Bila pelajaran telah dimulai maka simaklah setiap pembicaraan gurumu dengan penuh kesungguhan jangan sampai engkau melamun, mengobrol, main-main, dan sebagainya hingga engkau tidak paham.
7.Bila engkau belum paham, mintalah kepada gurumu untuk mengulanginya kembali dengan sopan, dan jangan engkau melantangkan suara dihadapan gurumu serta jangan engkau bantah penjelasan gurumu sehingga ia tidak menyukaimu.
8.Muliakanlah orang (guru) yang telah memberikan ilmu kepadamu dan jika engkau tidak mau memuliakannya niscaya engkau tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu yang diajarkannya.
9.Hiasilah ilmu pengetahuanmu dengan sikap tawadhu (rendah hati) dan akhlaq yang baik maka Allah SWT akan mengangkat derajatmu dan menjadikan seluruh Makhluk-Nya cinta dan hormat kepadamu.
10.Bila engkau takabur dan berakhlaq tercela maka jatuhlah martabatmu dan Allah akan menjadikan seluruh Makhluq membencinya dan tidak mungkin ada yang menghormati, memuliakan, serta menyayanginya.
11.Menanti saran, kritik, teguran dari guru janganlah engkau lakukan sesungguhnya mawas diri itu lebih utama dan lebih besar manfaatnya.

Selasa, 16 Agustus 2011

Keajaiban Air Wudhu



Air adalah benda ajaib yang begitu vital bagi desah nafas kehidupan. Seorang pendaki yang tersesat di gunung sekalipun mampu bertahan selama 40 hari tanpa makanan, asalkan kebutuhan airnya tercukupi. Sedangkan tanpa air? Jangan Harap !
Dr. Masaru Emoto menuliskan hasil penelitiannya dalam buku The Hidden Massage in Water yang mengungkapkan keajaiban pelarut utama di muka bumi ini. Percobaan dilakukan Emoto dengan membacakan suatu kata atau memberi perlakuan terhadap sebotol air murni. Lalu diambil beberapa tetes dengan pipet dan ditaruh pada piring petri untuk wadah penelitian. Selanjutnya dimasukkan kedalam semacam alat pendingin dengan suhu -25 °C. Setelah beku, air kristal diteliti dibawah mikroskop pada suhu 5° C. Dalam proses melelehnya es, Dr. Masaru Emoto memotret proses tersebut. Dan hasilnya sangat mengejutkan yaitu :
Kata “arigato” terbentuk kristal heksagonal yang indah
Kata “setan”, kristal berbentuk buruk
Diputarkan symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga
Diperdengarkan musik heavy metal, kristal hancur
500 orang berkonsentrasi memusatkan pikiran mengatakan “peace”, kristal mengembang bercabang-cabang dengan indahnya
Dibacakan doa Islam, terbentuk kristal heksagonal dengan 5 cabang daun muncul berkilauan
Dr. Masaru Emoto kemudian menyimpulkan bahwa air bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air ternyata bisa mentransfer pesan melalui molekul air yang lain. Bayangkan jika setiap saat kita diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, mensucikan diri dari hadats dan najis yang semuanya diawali dengan “basmalah”.
Tanpa bismillah, barakahnya terputus. Sesungguhnya selama ini kita sudah menggunakan air heksagonal ketika diawali dengan membaca bismillah. Asalkan kita memulai segala aktivitas kita dengan bismillah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a yaitu : “Segala pekerjaan yang tidak diwali dengan “Bismillah”, maka terputuslah barakahnya”. Ya dengan bismillah segala aktivitas menjadi berkah dan dinilai sebagai ibadah.
Karena ke Maha-Murahan-Nyalah dengan kesungguhan hati, syari’at dan izin-Nya kita bisa memperoleh air itu setiap saat dengan mudah, murah dan gratis. Kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan produk air heksagonal yang beberapa waktu lalu gencar dipromosikan di media massa. Subhanallah !
Inilah makna kebersihan dalam dien kita, tidak ada yang sia-sia.

Sumber : Super Health Gaya Hidup Sehat Rasulullah – dr. Egha Zainur Ramadhani

Catatan Kecil

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan ucapan bismillah serta iringan backsound lagu Raihan – Bismillah saya awali tulisan ini. Ya dengan basmalah agar segala amalan tidak terputus barakahnya. Sia-sia bukan jika amal baik yang telah kita kerjakan terputus barakahnya. Rasulullah SAW bersabda : “Segala sesuatu yang tidak diawali dengan menyebut asma Allah akan terputus barakahnya”.
Orang bijak pernah berkata : “Jika kau ingin mengenal dunia maka membacalah ! Dan jika kau ingin dikenal dunia maka menulislah !
Ungkapan tersebut sangat menggelitik dan memantik semangat saya untuk memulai menulis. Ditambah lagi dengan ungkapan terkenal dari sahabat Tsumamah: “Qayyidul ‘ilmi bil kitaabah” yang artinya “Ikatlah ilmu dengan tulisan” yang semakin mengobarkan semangat saya untuk menulis.
Mengapa ilmu itu harus diikat? Ilmu itu ibarat kuda yang akan berlari kencang jika kita tidak mengikatnya dengan kuat. Dan cara terbaik untuk mengikat ilmu adalah dengan menuliskannya. Ilmu akan hilang begitu saja jika kita tidak menuliskannya. Baik karena ingatan kita lapuk dimakan usia, terkena demensia dan sebagainya.
Melalui media ini saya ingin membagi ilmu saya agar ilmu yang saya dapat tidak hilang begitu saja. Sayang sekali bukan? Ilmu yang begitu berharga dapat hilang begitu saja hanya karena hal-hal yang sebenarnya dapat kita cegah. Dan mudah-mudahan dapat dicatat sebagai amal shalih yang dapat memberatkan timbangan amalan saya di akhirat kelak. Meskipun sedikit tetapi saya harap dapat bermanfaat bagi para pembaca . Aamiin